Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Warisan budaya kriya gerabah Desa Sitiwinangun, Kabupaten Cirebon, menghadapi ancaman kepunahan akibat terhentinya regenerasi pengrajin, dari sedikitnya 157 unit usaha pada periode 1990–2000 menjadi sekitar 73 pengrajin aktif pada 2018 yang sebagian besar berusia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dokumentasi digital warisan budaya kriya Sitiwinangun yang terstruktur dan dapat diakses publik, sekaligus meletakkan fondasi bagi pengelolaan konten oleh perangkat desa. Pendekatan yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) yang dipadukan dengan kerangka Digital Heritage dan Digital Curation. Kegiatan dilaksanakan pada Maret hingga Juni 2026 melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data partisipatif melalui wawancara mendalam dengan enam pengrajin senior dan sesepuh desa beserta sesi pengenalan awal pengelolaan konten bagi perangkat desa, pengembangan website, serta dokumentasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan berupa website Museum Digital Gerabah Sitiwinangun yang dapat diakses publik dengan lima menu utama dan satu menu bertingkat, memuat 126 entri koleksi produk dan pola motif dalam tujuh kategori, profil enam pengrajin senior, dokumentasi lima tahapan produksi, tur virtual 360°, serta narasi sejarah desa sejak abad ke-15. Setiap entri motif dilengkapi tiga bidang deskriptif, yaitu sejarah dan asal-usul, teknik produksi, serta makna filosofis. Sesi pengenalan awal pengelolaan konten bagi perangkat desa telah terselenggara sebagai fondasi menuju pelatihan teknis lanjutan pada program berikutnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa dokumentasi warisan budaya takbenda berbasis komunitas dapat diwujudkan dalam bentuk yang konkret dan terstruktur, sementara keberlanjutan pengelolaannya masih berada pada tahap perintisan dan memerlukan pemantauan lanjutan.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Lusy Mukhlisiana, Aaz Muhammad Hafidz Azis
- Quelle
- Jurnal Bakti Nusantara
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 3021-839X
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Lusy Mukhlisiana, Aaz Muhammad Hafidz Azis (2026). Museum Digital Gerabah Sitiwinangun: Pengembangan Dokumentasi Warisan Budaya Kriya Berbasis Komunitas di Kabupaten Cirebon. Jurnal Bakti Nusantara. https://doi.org/10.63763/jutira.v4i1.190
Kontext
Themen, Förderung und Nutzung
Lizenzhinweise: Lizenz 1