EUVIMEDEuropean Health Evidence
Uhr Sources10/10 Journal Tree
Easy Demo

European Health Evidence

The European alternative to PubMed

EUVIMED is the European alternative to PubMed: a central, multilingual research platform for medicine, nursing, life sciences and healthcare. It brings together international and European literature sources, study registries, open-access full texts, citations and retraction notices in one search. Unlike pure bibliographic databases, EUVIMED supports the entire research process – from discovery and appraisal with LIVIA and CLARA to traceable evidence synthesis. European in focus, transparent, interoperable and designed for science and healthcare.

EuropeanMultilingualInteroperableTraceable

EUVIMED BETA

EUVIMED is currently in beta

EUVIMED is under continuous development. Features, data coverage and presentation may change or be temporarily incomplete.

Results are beta

Search results, classifications, summaries and AI-assisted assessments may be incomplete, delayed or incorrect.

Check original sources

Do not use EUVIMED results without verification for diagnosis, treatment or other clinical decisions. Always consult the original source and applicable guidelines.

Errors and feedback help us improve EUVIMED: info@euvimed.com

Lokaler Crossref-Datenbestand · journal-article

Museum Digital Gerabah Sitiwinangun: Pengembangan Dokumentasi Warisan Budaya Kriya Berbasis Komunitas di Kabupaten Cirebon

Lusy Mukhlisiana, Aaz Muhammad Hafidz Azis

Jurnal Bakti Nusantara · 2026

Vollständiger Abstract

Worum geht es in dieser Arbeit?

Warisan budaya kriya gerabah Desa Sitiwinangun, Kabupaten Cirebon, menghadapi ancaman kepunahan akibat terhentinya regenerasi pengrajin, dari sedikitnya 157 unit usaha pada periode 1990–2000 menjadi sekitar 73 pengrajin aktif pada 2018 yang sebagian besar berusia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dokumentasi digital warisan budaya kriya Sitiwinangun yang terstruktur dan dapat diakses publik, sekaligus meletakkan fondasi bagi pengelolaan konten oleh perangkat desa. Pendekatan yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) yang dipadukan dengan kerangka Digital Heritage dan Digital Curation. Kegiatan dilaksanakan pada Maret hingga Juni 2026 melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data partisipatif melalui wawancara mendalam dengan enam pengrajin senior dan sesepuh desa beserta sesi pengenalan awal pengelolaan konten bagi perangkat desa, pengembangan website, serta dokumentasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan berupa website Museum Digital Gerabah Sitiwinangun yang dapat diakses publik dengan lima menu utama dan satu menu bertingkat, memuat 126 entri koleksi produk dan pola motif dalam tujuh kategori, profil enam pengrajin senior, dokumentasi lima tahapan produksi, tur virtual 360°, serta narasi sejarah desa sejak abad ke-15. Setiap entri motif dilengkapi tiga bidang deskriptif, yaitu sejarah dan asal-usul, teknik produksi, serta makna filosofis. Sesi pengenalan awal pengelolaan konten bagi perangkat desa telah terselenggara sebagai fondasi menuju pelatihan teknis lanjutan pada program berikutnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa dokumentasi warisan budaya takbenda berbasis komunitas dapat diwujudkan dalam bentuk yang konkret dan terstruktur, sementara keberlanjutan pengelolaannya masih berada pada tahap perintisan dan memerlukan pemantauan lanjutan.

Bibliografischer Nachweis

Publikationsdaten

Autor:innen
Lusy Mukhlisiana, Aaz Muhammad Hafidz Azis
Quelle
Jurnal Bakti Nusantara
Publikation
2026-01-01
Band / Ausgabe
Nicht angegeben
Seiten
Nicht angegeben
ISSN / ISBN
3021-839X
Zitationen
0 laut Crossref
Referenzen
0 hinterlegt

Zitieren

Zitierfähiger Nachweis

Lusy Mukhlisiana, Aaz Muhammad Hafidz Azis (2026). Museum Digital Gerabah Sitiwinangun: Pengembangan Dokumentasi Warisan Budaya Kriya Berbasis Komunitas di Kabupaten Cirebon. Jurnal Bakti Nusantara. https://doi.org/10.63763/jutira.v4i1.190
RIS BibTeX CSL-JSON

Kontext

Themen, Förderung und Nutzung

Lizenzhinweise: Lizenz 1