Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Praktik pengobatan tradisional melalui ritual balian masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Dayak di Kalimantan Selatan meskipun pelayanan kesehatan modern telah tersedia. Keputusan mencari pengobatan tidak hanya dipengaruhi aspek medis, tetapi juga faktor sosial budaya, kepercayaan, dan pengalaman pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis health seeking behavior masyarakat Dayak dalam memilih ritual balian sebagai pengobatan tradisional di kaki Gunung Haur Bunak, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas pasien, tokoh balian, dan tokoh masyarakat sebagai informan triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama, yaitu attitude toward health service dan knowledge about disease. Kemudahan akses, biaya terjangkau, pelayanan cepat, dan prosedur sederhana membentuk persepsi positif terhadap ritual balian. Pengetahuan penyakit dipengaruhi pengalaman, kepercayaan terhadap tokoh balian, dukungan keluarga, dan nilai budaya yang diwariskan. Disimpulkan bahwa pemilihan ritual balian merupakan hasil interaksi faktor pelayanan, budaya, kepercayaan, pengalaman, dan keluarga. Promosi kesehatan masyarakat adat perlu mempertimbangkan nilai budaya lokal.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- M Fajriannor, Khairatun Nisa, Nadya Novianty, Norul Hikmah
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-08-31
- Band / Ausgabe
- 4 / 6
- Seiten
- 2863-2872
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
M Fajriannor, Khairatun Nisa, Nadya Novianty, Norul Hikmah (2026). Health seeking behavior Masyarakat Dayak Dalam Memilih Ritual Balian Sebagai Pengobatan Tradisional. Health Research Journal of Indonesia, 4 (6), 2863-2872. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1740