Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Pendahuluan: Keracunan makanan merupakan masalah kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 70% dari 1,5 miliar kasus foodborne disease berkaitan dengan pangan terkontaminasi dan menyebabkan jutaan kasus diare serta sekitar tiga juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan meningkat dari 70 kejadian dengan 3.130 kasus pada 2021 menjadi 198 kejadian dengan 7.003 kasus hingga September 2024. Kasus terbanyak terjadi pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui hubungan kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak di SDN 2 Campang Raya Kota Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan survei analitik. Populasi sekaligus sampel sebanyak 82 ibu yang memiliki anak kelas 1–3. Hasil: Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (84,1%), berpendidikan SMA (67,1%), tidak bekerja/IRT (59,8%), dan memiliki dua anak (41,5%). Sebagian besar memiliki kesiapsiagaan (62,2%) dan upaya pencegahan (52,4%) yang kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak (p=0,000; OR=8,229). Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak, dengan lebih dari 50% ibu masih memiliki kesiapsiagaan dan upaya pencegahan yang kurang baik.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Aurel Veny Marshanda, Aryanti Wardiah, Rilyani Rilyani
- Quelle
- Health Research Journal of Indonesia
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2964-7592
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Aurel Veny Marshanda, Aryanti Wardiah, Rilyani Rilyani (2026). Hubungan Kesiapsiagaan Ibu Dengan Upaya Mencegah Keracunan Pada Anak SDN 2 Campang Raya Bandar Lampung. Health Research Journal of Indonesia. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1604