Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Mahasiswa keperawatan menghadapi berbagai tuntutan, baik akademik, kegiatan praktikum, maupun praktik klinik, yang berpotensi menimbulkan kecemasan serta keraguan terhadap kemampuan diri. Keraguan yang muncul secara terus-menerus meskipun individu telah mencapai keberhasilan merupakan karakteristik dari impostor syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara impostor syndrome dan tingkat kecemasan pada mahasiswa keperawatan di STIKes Raflesia Depok. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 mahasiswa Sarjana Keperawatan yang ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) serta subskala kecemasan dari Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori impostor syndrome tinggi (51,0%) dan kecemasan sangat parah (34,3%). Hasil uji bivariat menggunakan Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,345, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara impostor syndrome dan tingkat kecemasan. Hubungan tersebut dapat dijelaskan karena mahasiswa dengan kecenderungan impostor syndrome lebih sering mengalami ketakutan akan kegagalan dan meragukan kemampuan diri, sehingga tuntutan akademik lebih mudah dipersepsikan sebagai tekanan. Direkomendasikan peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui edukasi serta dukungan psikologis.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Ingesti Meti Sasmita, Tressia Febrianti
- Quelle
- Borneo Nursing Journal (BNJ)
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2685-5054, 2654-8453
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Ingesti Meti Sasmita, Tressia Febrianti (2026). Hubungan Impostor Syndrome Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan STIKes Raflesia Depok. Borneo Nursing Journal (BNJ). https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1286