Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
UMKM Tahu Kita merupakan usaha produktif sektor pangan yang memiliki potensi pasar, namun masih menghadapi kendala pada aspek produksi dan pemasaran. Proses produksi masih menggunakan kayu bakar atau kompor konvensional satu titik api yang menyebabkan distribusi panas kurang merata, waktu pemanasan lebih lama, dan belum didukung sistem pengamanan kebocoran gas yang memadai. Pada aspek pemasaran, penjualan masih dilakukan secara konvensional dengan jangkauan pelanggan lokal serta belum optimal dalam pemanfaatan branding, media sosial, dan marketplace. Program pengabdian ini menawarkan solusi terintegrasi melalui implementasi Teknologi Kompor Seribu Titik berbasis sistem deteksi kebocoran gas dan strategi digital marketing. Pada aspek produksi, teknologi kompor dirancang untuk meningkatkan pemerataan panas, efisiensi energi, dan keamanan proses produksi. Pada aspek pemasaran, kegiatan meliputi pengembangan identitas merek, desain kemasan, pembuatan foto dan konten promosi, serta aktivasi media sosial dan marketplace. Pelaksanaan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, instalasi teknologi, pelatihan operasional, pengembangan branding, pendampingan digital marketing, serta monitoring dan evaluasi. Program ini mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM Tahu Kita.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Eka Novita Sari, Alfin Hidayat, Subono Subono
- Quelle
- Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2807-6567, 2807-6605
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Eka Novita Sari, Alfin Hidayat, Subono Subono (2026). Implementasi Strategi Digital Marketing dan Teknologi Kompor Seribu Titik untuk Peningkatan Peluang Penjualan dan Efisiensi Produksi pada UMKM Tahu Kita Desa Gitik. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia. https://doi.org/10.54082/jamsi.3311
Kontext
Themen, Förderung und Nutzung
Lizenzhinweise: Lizenz 1