Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Digital transformation has become a strategic necessity for educational institutions in addressing social shifts, technological advances, and 21st-century educational quality demands. However, for traditional educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), madrasas, and faith-based schools, modernization often creates a dilemma between technological innovation and institutional identity preservation. This article aims to develop a proactive management model integrating moral-based visionary leadership with digital continuity to support the sustainable modernization of traditional educational institutions. The study employs a qualitative conceptual approach through a systematic literature review and document analysis covering Islamic leadership, visionary leadership, digital transformation, and organizational resilience from reputable databases. The study generates the Akhlak-Digital Continuity Model consisting of five core dimensions: (1) ethical vision, (2) strategic foresight, (3) digital capacity building, (4) adaptive governance, and (5) digital continuity assurance. These five dimensions synergize to establish a sustainable moral culture that reinforces organizational resilience and institutional modernization. This article asserts that digital transformation does not require sacrificing traditional religious values; rather, it strengthens institutional identity and effectiveness when steered by Islamic moral-based leadership. ABSTRAK Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi lembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan tuntutan kualitas pendidikan abad ke-21. Namun, bagi lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren, madrasah, dan sekolah berbasis nilai keagamaan, modernisasi sering kali memunculkan dilema antara inovasi teknologi dan pelestarian identitas kelembagaan. Artikel ini bertujuan mengembangkan model manajemen proaktif yang mengintegrasikan kepemimpinan visioner berbasis akhlak dengan keberlanjutan digital (digital continuity) guna mendukung modernisasi lembaga pendidikan tradisional secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual (conceptual paper) melalui studi kepustakaan sistematis terhadap literatur kepemimpinan Islam, kepemimpinan visioner, transformasi digital, dan ketahanan organisasi dari pangkalan data bereputasi. Hasil kajian menghasilkan Model Akhlak-Digital Continuity yang terdiri atas lima dimensi utama: (1) visi etis, (2) foresight strategis, (3) penguatan kapasitas digital, (4) tata kelola adaptif, dan (5) jaminan keberlanjutan digital. Kelima dimensi tersebut bersinergi membentuk budaya akhlak berkelanjutan yang memperkokoh ketahanan organisasi (organizational resilience) dan modernisasi institusi. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak harus mengorbankan nilai-nilai tradisi keagamaan, melainkan dapat memperkuat identitas dan efektivitas kelembagaan apabila dipandu oleh kepemimpinan yang berakar pada akhlak mulia.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Nurmawati Nurmawati, Fauzi Muharom
- Quelle
- LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2777-0575, 2777-0583
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Nurmawati Nurmawati, Fauzi Muharom (2026). SINERGI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS AKHLAK DAN KEBERLANJUTAN DIGITAL: MODEL MANAJEMEN PROAKTIF UNTUK MODERNISASI LEMBAGA PENDIDIKAN TRADISIONAL. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15300
Kontext
Themen, Förderung und Nutzung
Lizenzhinweise: Lizenz 1