Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
ABSTRACT Scabies is a contagious skin infestation commonly found in crowded environments such as Islamic boarding schools. Standard topical therapy is often used, yet the healing process may take several days and is prone to secondary infection. Betel leaf (Piper betle L.) extract has antimicrobial and anti-inflammatory properties that may accelerate healing. This study aimed to analyze the effect of a combination of betel leaf extract and topical gentamicin ointment on the healing duration of scabies among students in Arrofi’iyah Islamic Boarding School. A quasi-experimental design with two treatment groups was conducted from 10–29 July 2024. Total sampling was used involving 50 respondents diagnosed with scabies. Group 1 received topical gentamicin ointment, while Group 2 received a combination of betel leaf extract and topical gentamicin. Data were analyzed using Shapiro-Wilk normality test, Levene’s homogeneity test, and independent sample t-test. Data were normally distributed (p0.05) and homogeneous (p=0.507). The mean healing time in the gentamicin group was 6.04 days, while the combination group was 4.65 days. Independent t-test showed a significant difference (t=5.78; p0.001) with a mean difference of 1.39 days. The combination of betel leaf extract and topical gentamicin significantly accelerates scabies healing compared to gentamicin alone. Keywords: Scabies, Betel Leaf Extract, Topical Therapy, Gentamicin, Healing Duration. ABSTRAK Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei dan sering terjadi pada lingkungan padat seperti pondok pesantren. Pengobatan skabies umumnya menggunakan terapi topikal, namun pemanfaatan bahan herbal seperti ekstrak daun sirih memiliki potensi mempercepat proses penyembuhan karena sifat antiseptik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak daun sirih dan salep gentamicin terhadap lama penyembuhan skabies pada santri di Pondok Pesantren Arrofi’iyah Semampir Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberikan salep gentamicin saja dan kelompok yang diberikan kombinasi ekstrak daun sirih dan salep gentamicin. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 50 santri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample T-Test setelah memenuhi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama penyembuhan pada kelompok gentamicin adalah 6,04 hari, sedangkan pada kelompok kombinasi ekstrak daun sirih dan gentamicin adalah 4,65 hari. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p 0,001), yang menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih dan gentamicin lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan dibandingkan gentamicin saja. Kombinasi ekstrak daun sirih dan salep gentamicin terbukti lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan skabies pada santri dibandingkan penggunaan salep gentamicin saja. Kata Kunci: Skabies, Ekstrak Daun Sirih, Terapi Topikal.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Moh Husyn Ainul Yaqin
- Quelle
- Malahayati Nursing Journal
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2655-4712, 2655-2728
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Moh Husyn Ainul Yaqin (2026). Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Sirih dan Salep Topikal Terhadap Tingkat Kesembuhan Santri Penderita Skabies Di Pesantren Probolinggo. Malahayati Nursing Journal. https://doi.org/10.33024/mnj.v8i9.25803