Vollständiger Abstract
Worum geht es in dieser Arbeit?
Studi ini meneliti fungsi ideologis dan naratif dari mantra pendengaran “mereka yang datang akan lupa jalan pulang” dalam film horor Indonesia Dusun Mayit (2025), yang disutradarai oleh Rizal Mantovani. Dengan menggunakan pendekatan Politik Ruang dan teori Hauntologi Spasial Mark Fisher, penelitian ini menyelidiki bagaimana teror dalam sinema horor kontemporer beroperasi sebagai arena kontestasi kekuasaan antara subjek perkotaan modern dan entitas supernatural lokal. Dengan menggunakan analisis tekstual film, studi ini menemukan bahwa bisikan penguasa hantu Gunung Welirang berfungsi sebagai akusmeter—suara tanpa sumber yang terlihat yang mengganggu kesadaran kognitif para tokoh. Intervensi akustik ini secara aktif mendekonstruksi ruang geografis yang dikomersialkan, yaitu jalur pendakian heterotopik eksklusif yang diwakili oleh Dusun Mayit, juga dikenal sebagai Pasar Setan. Temuan menunjukkan bahwa fenomena “lupa jalan pulang” bukan hanya perangkat mistis yang dimaksudkan untuk membangkitkan rasa takut; melainkan, merupakan tindakan spektral politik spasial yang menantang kedaulatan teknologi antroposentris dan merebut kembali kesucian alam dari eksploitasi kapitalisme pariwisata.
Bibliografischer Nachweis
Publikationsdaten
- Autor:innen
- Solihin, Ulfah Wafa Almubarokah, Slamet Parsono, Iman Soleh Nurdin
- Quelle
- Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR)
- Publikation
- 2026-01-01
- Band / Ausgabe
- Nicht angegeben
- Seiten
- Nicht angegeben
- ISSN / ISBN
- 2963-7740
- Zitationen
- 0 laut Crossref
- Referenzen
- 0 hinterlegt
Zitieren
Zitierfähiger Nachweis
Solihin, Ulfah Wafa Almubarokah, Slamet Parsono, Iman Soleh Nurdin (2026). ANALISIS HANTOLOGI ATAS MANAJEMEN PERSEPSI MANTRA "LUPA JALAN PULANG" DALAM FILM DUSUN MAYIT. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR). https://doi.org/10.25124/ijdpr.v5i1.11326